Jakarta

Lebih dari seribu perawat diketahui telah meninggal di segenap dunia karena terpapar COVID-19. Badan Perawat Internasional mengatakan angka sesungguhnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Dilansir dari AFP, Kamis (17/9/2020), Dewan Perawat Internasional atau International Council of Nurses (ICN) menganggap situasi itu “bencana” dan mengecam pemerintah karena tidak mengamalkan cukup banyak untuk melindungi petugas kesehatan garis depan selama pandemi virus Corona.

Gabungan yang berbasis di Jenewa mempersatukan lebih dari 130 asosiasi pembela nasional (NNA), mewakili lebih dibanding 20 juta perawat di seluruh dunia.

Sebuah survei ICN menemukan bahwa di negara-negara dalam mana data terpisah untuk perawat tersedia, lebih dari 1. 000 orang meninggal karena penyakit pernapasan.

“Pada 14 Agustus, jumlah kumulatif kematian akibat COVID-19 yang dilaporkan pada perawat di 44 negara adalah 1. 097, ” kata ICN dalam sebuah laporan.

“Karena himpunan data kami hanya mencakup 44 negara dengan kematian perawat dengan tercatat, ICN yakin jumlah tersebut secara signifikan meremehkan situasi, ” lanjutnya.

Laporan ICN mengatakan masih belum ada rencana sistematis global tentang jumlah pembela dan tenaga kesehatan lainnya yang tertular atau meninggal akibat aib tersebut.

(eva/eva)