Jakarta

Menteri Kesehatan Lebanon Hamad Hasan memperingatkan bahwa rumah rendah mencapai kapasitas maksimum untuk merawat pasien virus Corona baru. Target ledakan mematikan di Beirut disebut membanjiri klinik dan memicu lonjakan kasus COVID-19.

Dilansir dari AFP, Selasa (18/8/2020) Hamad mengatakan rumah sakit saat itu memiliki kapasitas yang terbatas. Kejadian ini menurutnya dalam hal ranjang hingga alat bantu pernapasan.

“Rumah sakit umum serta swasta di ibu kota khususnya memiliki kapasitas yang sangat terpatok, baik dalam hal tempat rebah di unit perawatan intensif atau alat bantu pernapasan, ” kata pendahuluan Hamad Hassan.

“Kami beruang di tepi jurang, kami tak memiliki kemewahan untuk meluangkan masa kami, ” sambungnya.

Dia juga memperingatkan, dan mendesak pihak berwenang untuk mengambil kesimpulan sulit. Yaitu dengan memberlakukan penguncian selama dua minggu untuk menekan penyebaran virus.

Lebanon mengalami lonjakan kasus terkait virus Corona dan kematian dalam beberapa pekan terakhir, dan mereka telah mencapai rekor baru setelah ledakan Beirut.

Lebanon mengadukan rekor satu hari dari 456 infeksi baru pada hari Senin, menjadikan jumlah total infeksi menjadi 9. 337, termasuk 105 kematian sejak dimulainya wabah pada bulan Februari.

(dwia/dwia)