Istanbul

Meja hijau Arab Saudi membatalkan rencana hukuman mati terhadap 5 terdakwa kejadian pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi. Turki pun mengaku kecewa dengan kesimpulan tersebut.

Dilansir lantaran AFP , Selasa (8/9/2020), delapan terdakwa yang tak disebutkan namanya dijatuhi hukuman kurungan antara 7 dan 20 tarikh yang awalnya pihak pengadilan sempat menjatuhkan hukuman mati. Pembatalan vonis ini dilakukan setelah putra Khashoggi ‘mengampuni’ para pembunuh pada kamar Mei lalu dan membuka ustaz bagi hukuman yang lebih kecil.

“Lima dari terpidana dijatuhi hukuman 20 tahun kurungan dan tiga lainnya dipenjara selama 7-10 tahun, ” Juru Cakap Jaksa Penuntut Umum Arab Saudi.

Putusan itu pun menimbulkan protes internasional dan menodai nama baik global Putra Mahkota Mohammed bin Salman. Salah satu yang penentangan keras yakni tunangan korban, Hatice Cengiz yang menyebutkan putusan tersebut sebagai lelucon.

“Putusan yang dijatuhkan hari ini pada Arab Saudi sekali lagi menyusun ejekan terhadap keadilan, ” kata pendahuluan Cengiz melalui akun Twitternya.

Sementara itu Pelapor Istimewa tentang eksekusi di luar asas, ringkasan atau sewenang-wenang PBB, Agnes Callamard, juga mengecam keputusan itu. Menuruntya putusan itu sebagai sebuah parodi keadilan.

“Satu tindakan lagi hari ini di parodi keadilan ini. Putusan tersebut tidak memiliki legitimasi hukum atau moral. Mereka datang pada akhir proses yang tidak adil ataupun transparan, ” tulis Callamard dalam Twitter.