Benin

Warga Nigeria di negara bagian selatan Edo berangkat ke tempat pemungutan suara untuk memilih Gubernur. Pemilihan ini berlangsung saat pandemi Corona.

Dilansir AFP , Sabtu (19/9/2020) pemilihan berlangsung saat Nigeria sedang berjuang melawan virus Corona. Sekitar ini 56. 956 warga negeri Nigeria terinfeksi virus Corona. Sebesar 1. 096 di antaranya dinyatakan meninggal dunia.

Bertambah dari 1, 7 juta pemilih di Edo diperkirakan akan berperan dalam pemilihan gubernur ini. Perlindungan ketat dilakukan, di mana aparat kepolisian dan tentara bersenjata terlihat berjaga di jalan-jalan utama, menyelia kendaraan.

“Saya senang orang-orang ada di sini dengan menggunakan masker, tetapi jaga jarak wujud benar-benar diabaikan, ” kata perawat, Florence Okunzua (28) di Tanah air Benin, Ibo Kota negara periode Edo.

Okunzua menambahkan bahwa cara para pemilih berkumpul dapat menyebarkan penyebaran virus Corona.

Nigeria, Negara pada Afrika yang melakukan pemilihan umum pada tahun lalu, namun tak menggelar pemilihan Gubernur di Edo.

Komisi Pemilihan Umum Nasional Independen (INEC) Nigeria mengucapkan semua peraturan sudah disiapkan untuk pemilihan.

“Semuanya sudah diatur. Kami telah mengerahkan personel dan material untuk pemungutan suara yang lancar dan bebas restriksi, ” kata juru bicara INEC negara bagian, Timisi Wariowei pada AFP.

“Kami serupa memastikan bahwa pemilihan mematuhi pedoman tentang jaga jarak fisik, basuh tangan, penggunaan sanitizer dan memakai masker sebelum pemungutan suara, ” tambahnya.

Meskipun 17 partai politik telah mengajukan calon untuk pemungutan suara, namun pemilihan kali ini ada dua benteng antara Kongres Semua Progresif (APC) dari kubu Presiden Muhammadu Buhari dan oposisi utama Partai Anak buah Demokratik (DPD).

Kedua calon itu adalah Gubernur petahana Godwin Obaseki dari DPD melawan Osagie IZe-Iyamu dari APC.

Obesaki terpilih menjadi anggota APC pada tahun 2016 tetapi membelot ke DPD setelah tiketnya ditolak karena pertengkaran antar kelompok.

(lir/lir)