Jakarta

Penembakan terhadap pria kulit hitam bernama Jacob Blake (29) oleh polisi Wisconsin, Amerika Serikat (AS) memicu aksi protes warga. Aksi yang mengecam kekejaman polisi ini merupakan aksi di hari kedua.

Seperti dilansir AFP, Selasa (25/8/2020) sekitar dua lusin petugas Sheriff Kenosha County berdiri di depan gedung pengadilan ketika para pengunjuk rasa di seberang jalan menyerukan keadilan rasial. Helikopter berputar-putar di atas demonstran dan petugas terlihat ditempatkan di atap gedung pengadilan.

Para pengunjuk rasa meneriakkan “Tidak ada keadilan, tidak ada perdamaian,” dan “Sebut namanya – Jacob Blake” – slogan-slogan usang dari demonstrasi sebelumnya yang dipicu oleh insiden serupa. Aksi ini merupakan aksi di hari kedua.

Sepasang suami istri, Michelle dan Kalvin, membawa serta putri mereka yang berusia tujuh tahun dan putra mereka yang berusia delapan tahun.

“Saya ingin anak-anak saya melihat bagaimana perubahan terjadi dan saya di sini, jadi tidak ada hal seperti ini yang pernah terjadi pada mereka,” kata Michelle.

Warga lain, Sherese Lott yang berusia 37 tahun, menyerukan diakhirinya impunitas polisi dalam penembakan semacam itu. “Jika saya membunuh seseorang, saya akan dihukum dan dianggap sebagai pembunuh. Saya pikir seharusnya sama untuk polisi,” katanya.