Singapura

Otoritas Singapura menangkap 21 orang dengan diyakini terkait dengan sekte rahasia asal Korea Selatan (Korsel). Aliran tersebut pernah menjadi klaster beribu-ribu kasus virus Corona (COVID-19) di Korsel beberapa waktu lalu.

Seperti dilansir Associated Press , Kamis (12/11/2020), otoritas Singapura menangkap 12 perempuan dan 9 pria yang diduga terkait sekte rahasia Gereja Shincheonji Yesus (SCJ) yang terdaftar di Korsel.

“Diduga menjelma anggota kelompok yang melanggar hukum, ” demikian pernyataan Kementerian Pada Negeri Singapura terkait alasan pengurungan 21 orang tersebut.

Pada pernyataannya, Kementerian Dalam Negeri Singapura menyatakan bahwa 21 orang itu telah berpartisipasi dalam ‘kegiatan dengan berhubungan dengan cabang lokal Gereja Shincheonji Yesus yang tidak terdaftar’.

Tidak disebutkan bertambah lanjut asal kewarganegaraan 21 orang yang ditangkap. Namun ditegaskan kalau sekte gereja tersebut telah diperintahkan untuk menghentikan operasional sejak Februari lalu. Otoritas Singapura bahkan sudah mendeportasi lima warga Korsel dengan merupakan anggota sekte tersebut.

“Terlepas dari tindakan yang diambil, cabang lokal SCJ telah melanjutkan aktivitasnya secara diam-diam, dalam bawah arahan dari pusatnya dalam Korea Selatan, ” demikian penjelasan Kementerian Dalam Negeri Singapura.

Ditegaskan juga bahwa pemerintah Singapura ‘tidak akan mengizinkan para-para anggota kelompok yang melanggar hukum atau orang-orang yang terkait secara mereka untuk mengancam keamanan umum, perdamaian dan ketertiban Singapura’.

Jika terbukti bersalah atas dakwaan yang dituduhkan, maka 21 orang tersebut terancam hukuman penuh 3 tahun penjara dan azab denda.