Washington DC

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan tuduhan adanya ‘surat suara mengejutkan’ yang memupus peluangnya untuk memenangkan pilpres tahun ini. Trump menyangka Partai Demokrat ada di balik upaya tersebut.

Seperti dilansir NY Daily News , Kamis (5/11/2020), sesudah secara sepihak mengklaim memenangkan pilpres 2020, Trump dengan marah mendakwa Partai Demokrat mengubah haluan dengan melakukan rekayasa saat dirinya tertidur.

“Semalam saya memimpin, kerap kali dengan kuat, di banyak negara bagian kunci, pada hampir semua wilayah yang dikuasai dan dikendalikan Demokrat, ” sebut Trump via akun Twitternya.

“Kemudian, satu per satu, mereka mulai menghilang secara ajaib saat surat suara buangan yang mengejutkan dihitung. SANGAT ANEH, ” klaimnya.

Cuitan Trump itu diberi label oleh pihak Twitter sebagai ‘diperdebatkan dan mungkin menyesatkan soal pemilu atau proses biasa lainnya’.

Trump menyampaikan kecurigaan terhadap hasil penghitungan terbaru, khususnya di sebagian besar negara bagian kunci atau battleground states yang dikuasai oleh Partai Demokrat. Diketahui bahwa rivalnya, Joe Biden, capres dari Partai Demokrat diproyeksikan menang di negara bagian Wisconsin dan Michigan, yang awalnya Trump unggul di sana.

“Bagaimana bisa mereka menghitung tulisan suara via pos (mail-in ballot) buangan, mereka sungguh luar lazim dalam persentase dan kekuatan menghancurkan? ” kata Trump.

Posisi sementara menunjukkan Biden ulung dengan 264 electoral votes atas Trump yang baru meraup 214 electoral votes. Dibutuhkan 270 electoral votes — dari total 538 electoral votes — untuk bisa memenangkan pilpres AS. Biden cuma butuh 6 electoral votes buat bisa dinyatakan sebagai pemenang pilpres AS.

(nvc/ita)