Jenewa

Organisasi Kesehatan tubuh Dunia (WHO) merekomendasikan agar anak-anak berusia di atas 12 tarikh harus memakai masker dalam situasi yang sama dengan orang dewasa. Hal itu dilakukan sebagai jalan mengendalikan pandemi virus Corona (COVID-19).

Dilansir dari AFP , Jumat (21/8/2020), WHO bekerja sama dengan UNICEF menerbitkan panduan baru tentang pustaka anak-anak mengenakan masker untuk menghambat penyebaran virus Corona.

Kedua badan PBB itu telah mengumpulkan sekelompok ahli dan meninjau data terbatas yang ada tentang kontribusi anak-anak terhadap penyebaran COVID-19 serta manfaat penggunaan masker oleh anak-anak. Berdasarkan temuan tersebut serta pertimbangan seputar kebutuhan perkembangan bani, mereka mengatakan rekomendasi bervariasi di kelompok umur yang berbeda.

WHO merekomendasikan bahwa “anak-anak berusia 12 tahun ke atas harus memakai masker dalam kondisi dengan sama seperti orang dewasa, khususnya ketika mereka tidak dapat menjamin jarak setidaknya satu meter lantaran orang lain dan ada transmisi luas di daerah tersebut”.

Dalam dokumen itu diakui bahwa masih banyak yang tak diketahui tentang sejauh mana pemberian anak-anak terhadap penyebaran virus Corona. Meski ada beberapa bukti terpatok bahwa anak kecil mungkin memiliki kerentanan lebih rendah terhadap infeksi dibandingkan orang dewasa, data membuktikan bahwa remaja ‘mungkin memainkan kedudukan yang lebih aktif dalam penularan virus daripada anak yang lebih kecil’.

WHO pula mengatakan bahwa anak-anak di kolong usia 5 tahun tidak boleh memakai masker. “Ini didasarkan dalam keamanan dan kepentingan keseluruhan anak dan kapasitas untuk menggunakan masker dengan benar dengan bantuan sedikitnya, ” ujarnya.

Pada sisi lain, disebutkan bahwa di keadaan tertentu, disarankan bagi anak-anak usia 6-11 tahun untuk memakai masker di tempat dengan penyebaran virus yang luas. Saran itu juga berlaku bagi anak piawai 6-11 tahun di tempat anak-anak melakukan kontak dengan orang gelap atau orang lain yang berisiko tinggi.

Diperlukan kehadiran orang dewasa untuk mengawasi supaya anak-anak mengenakan masker dengan tenteram. Potensi dan dampak terhadap penelaahan dan perkembangan anak-anak harus dipertimbangkan.

Berdasarkan pedoman perdana, ‘penggunaan masker tidak harus diwajibkan’ untuk anak-anak di segala leler dengan gangguan perkembangan, kecacatan atau kondisi kesehatan spesifik lain dengan mungkin mengganggu pemakaian masker.

Direkomendasikan juga agar anak-anak tidak boleh diminta memakai kedok saat berolahraga atau melakukan kehidupan fisik ‘agar tidak mengganggu pernapasan mereka’. Tetapi menekankan pentingnya mengelola jarak dari orang lain & membatasi jumlah anak yang berlaku bersama.

Tonton juga ‘Anies: Sebelum Ada Vaksin, Maka Vaksin Kita Adalah Masker’:

[Gambas:Video 20detik]

(azr/azr)