Dapatkan promo member baru Pengeluaran HK 2020 – 2021.

Jakarta

Zack Snyder’s Justice League ataupun Justice League Snyder’s Cut adalah sebuah produk dengan sangat menarik kalau kita mau berbicara soal authorship. Kalau Anda tidak tinggal di dalam gua, Anda pasti tahu ceritanya.

Kalau Anda tak begitu tahu, cerita singkatnya kira-kira seperti ini: Zack Snyder yang menjadi komandan untuk dua proyek DC (Man of Steel, Batman v. Superman) terpaksa kudu mundur sejenak dari tugasnya untuk melanjutkan Justice League karena tragedi keluarga. Sebab Warner Bros. saat tersebut ngotot filmnya harus rilis tahun 2017 (dengan keterangan yang hanya para executive Warner Bros. yang tahu) memutuskan untuk menyewa Joss Whedon (The Avengers & The Avengers: Age of Uon) untuk menyelesaikan filmnya.

Hasil kesimpulannya adalah sebuah kekacauan dengan menggelikan. Justice League yang dirilis tahun 2017 merupakan dua jam nonstop sempurna hal-hal yang akan menghasilkan penonton mengernyitkan dahi. Besar jam memang durasi yang sangat sebentar untuk mengenalkan karakter-karakter baru (saat itu) seperti Barry Allen/The Flash (Ezra Miller), Arthur Curry/Aquaman (Jason Momoa) dan Victor Stone/Cyborg (Ray Fisher).

Belum teristimewa pembuat Justice League kudu mengenalkan penjahatnya (Steppenwolf yang diperankan CiarĂ¡n Hinds, menggunakan teknologi motion capture), kenapa penjahatnya datang, bagaimana cara dia menguasai Bumi, bagaimana Bruce Wayne/Batman (Ben Affleck) berkolaborasi dengan Diana Prince/Wonder Woman (Gal Gadot) untuk membentuk geng baru yang akhirnya membawa penonton ke proses kebangkitan Clark Kent/Superman (Henry Cavill) dan lain sebagainya.

Seluruh hal itu tentu selalu tidak akan bisa dilakukan dalam dua jam minus harus mengorbankan beberapa peristiwa. Dan itulah sebabnya Justice League versi 2017 terasa compang-camping.

Zack Snyder sendiri sebagai sutradara bilang bahwa dia tak pernah menonton Justice League versi Whedon. Menurut kurang artikel yang saya mengucapkan, para produser melarangnya buat menonton karena apapun yang dia inginkan tidak terjadi dalam versi 2017. Visi mereka memang tidak setara dan itulah sebabnya Justice League versi 2017 agaknya sangat aneh. Whedon nyana cynical sementara Snyder menginginkan emosi yang over-the-top. Suatu fusion yang sangat tak cocok.

Situasi yang menarik dari semua kebisingan ini adalah Snyder selalu berdeklamasi bahwa dia punya Justice League cara dia sendiri. Dia cakap bagaimana menceritakan cerita ini sesuai dengan visinya. Mengikuti ini fans DC (atau fans Snyder? ) berkampanye keras agar Warner Bros. memberikan penonton Justice League yang sesuai dengan barang apa yang kreatornya inginkan. Itu membanjiri sosial media secara hashtag #ReleaseTheSnyderCut, membuat baliho di ComicCon dengan usaha yang serupa dan lain sebagainya.

Dan untuk pertama kalinya kampanye ini berhasil. Warner Bros. kesudahannya mendengarkan tangisan para penggemar dan mengiyakan Snyder buat merilis versinya (dan mengucurkan puluhan juta dollar untuk mempersembahkan versi baru ini). Entah tujuannya karena dasar ingin menyenangkan para fans yang kecewa atau mau mendapatkan subscriber baru untuk streaming platform mereka (HBO Max).

Simak di halaman berikutnya cerita tentang Justice League

Halaman Kemudian